Skip to main content

Gerakan Ayah Ambil Rapor, Kisah Seorang Siswa Kelas I Membuat Guru Terharu

Keka, 19 Desember 2025 - SDI Keka melaksanakan pembagian rapor Semester Ganjil Tahun Ajaran 2025/2026 dengan melibatkan kehadiran orang tua siswa, khususnya ayah. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari edaran Dinas PPO Kabupaten Manggarai melalui Gerakan Ayah Mengambil Rapor ke Sekolah, yang bertujuan memperkuat peran ayah dalam pendampingan pendidikan anak.

(Ket Gmbr: Nathan (barisan depan, ketiga dari kiri) berfoto bersama ibu guru dan teman-temannya usai menerima rapor)

Sejak beberapa hari sebelumnya, para guru telah menyampaikan kepada siswa bahwa ayah diharapkan hadir langsung ke sekolah untuk menerima rapor putra-putrinya. Melalui kegiatan ini, sekolah berharap para ayah dapat melihat secara langsung perkembangan belajar anak, dan keterlibatan ayah dalam pendidikan membantu meningkatkan motivasi dan hasil belajar.

BACA JUGA: SDI Keka Raih Juara Lomba Senam Anak Indonesia Hebat di O2SN Satar Mese

Pembagian rapor berlangsung tertib dan penuh kehangatan. Para guru menyambut kehadiran orang tua serta menyampaikan evaluasi belajar siswa selama satu semester. Namun, di balik kegiatan tersebut, terselip sebuah kisah sederhana yang menyentuh hati para pendidik.


Kisah itu datang dari Nathan, siswa kelas I yang masih polos dan jujur. Seperti siswa lainnya, Nathan mendengarkan arahan guru dengan sungguh-sungguh dan mengingat pesan bahwa ayah harus hadir mengambil rapor. Pesan tersebut ia bawa pulang dan ia sampaikan kepada ibunya.


“Ma… kata ibu guru, besok ayah yang ambil rapor,” ujar Nathan dengan polos. Ibunya terdiam sejenak, bukan karena tidak mau datang, tetapi ayah Nathan telah lebih dahulu berpulang. Beberapa saat kemudian, Nathan kembali berbicara pelan kepada ibunya, dengan suara anak kecil yang jujur dan apa adanya Bo mose kole papa daku ge, Ma…, hia ata ngo emi rapor” yang berarti andai ayahku hidup kembali, dia yang pergi terima rapor.


Wali kelas I, Ibu Atik, mengaku sangat terharu mendengar kisah tersebut. Menurutnya, ungkapan Nathan menunjukkan ketulusan dan kerinduan seorang anak terhadap figur ayah. “Sebagai guru, kami benar-benar tersentuh. Kalimat Nathan sederhana, tetapi maknanya sangat dalam,” ujarnya.


Pada hari pembagian rapor, Nathan tetap hadir ke sekolah dengan seragam rapi dan mengikuti kegiatan dengan tertib serta penuh semangat. Kehadirannya menjadi pengingat bahwa setiap anak memiliki latar belakang dan cerita yang berbeda, yang perlu dipahami dan didampingi dengan empati.


Kepala sekolah menyampaikan bahwa keterlibatan orang tua, khususnya ayah, sangat penting dalam membangun motivasi belajar dan kepercayaan diri anak. Sekolah berharap Gerakan Ayah Mengambil Rapor tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga membangun kebiasaan positif dalam mendampingi pendidikan anak.


Melalui kegiatan ini, SDI Keka menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi antara sekolah dan keluarga demi tumbuh kembang siswa secara utuh, baik secara akademik maupun emosional.


Penulis: PYN

Comments

Popular posts from this blog

Kegagalan: Awal dari Kesuksesan yang Lebih Besar

Kegagalan sering kali dianggap sebagai titik akhir, padahal sebenarnya ia adalah awal dari perjalanan menuju pertumbuhan. Setiap kali kita jatuh, ada pelajaran berharga yang bisa kita petik. Kegagalan mengajarkan kita tentang kekuatan, ketangguhan, dan keberanian untuk bangkit kembali. Meski rasa sakit akibat kegagalan bisa begitu dalam, di sanalah kita belajar untuk memetakan langkah-langkah baru dengan cara yang lebih bijak. Tidak ada orang yang sukses tanpa melewati kegagalan, dan tidak ada kegagalan yang datang tanpa membawa hikmah Bangkit dari kegagalan bukanlah perkara mudah, tetapi itulah yang membedakan mereka yang sukses dari yang menyerah. Setiap kali kita mencoba lagi, kita mendekatkan diri pada impian yang lebih besar. Kegagalan bukan akhir dari segalanya, itu hanyalah batu loncatan menuju kesuksesan yang lebih besar. Dengan setiap kegagalan, kita belajar untuk menjadi lebih kuat dan lebih tangguh, hingga akhirnya kita mencapai apa yang kita impikan. Jadi, jangan pernah tak...

Jejak Impian: Dari Kampung ke Panggung Wisuda

Dengan ransel harapan dan mata penuh mimpi, saya berangkat meninggalkan kampung kecil. Jejak ini membentang dari awal perkuliahan hingga wisuda, mengungkapkan perjalanan yang singkat namun penuh makna dari kampung halaman ke panggung kebanggaan. Mari kita telusuri jejak ini yang memimpin dari satu babak ke babak berikut! Langit kampung yang cerah menyambut langkah awal saya, membawa ransel harapan dan cita-cita. Melihat kampung kecil semakin menjauh, hati ini penuh dengan campuran antara rindu dan semangat petualangan. Jejak ini dimulai dari sini, di bawah langit biru yang masih menyimpan impian. Perkuliahan membuka dunia baru yang begitu luas, penuh dengan tantangan dan pelajaran berharga. Setiap mata kuliah, setiap proyek, adalah bahan bakar untuk menyalakan mimpi. Saya belajar, bukan hanya tentang sistem informasi, tetapi juga tentang ketekunan dan semangat untuk terus maju. Beasiswa Pertiwi menjadi penjaga langkah, meski terkadang harus melewati malam tanpa tidur dan ujian yang...

Suatu Kebanggan Besar Atas Dukungan, Kepercayaan, serta Kesempatannya!

Perkenalkan, saya Yoko Nowan, berasal dari Manggarai-NTT, dan saya adalah lulusan dari Prodi Sistem Informasi Fakultas Teknik Unika Atma Jaya. Kali ini saya sangat bangga bisa berbicara sebagai salah satu mahasiswa yang pernah menerima Beasiswa Pertiwi Unika Atma Jaya tahun 2019. Saat pertama kali saya mengetahui bahwa saya diterima sebagai penerima Beasiswa Pertiwi, saya merasa seperti menemukan pintu menuju impian pendidikan saya. Beasiswa ini adalah pintu gerbang untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas dan juga menjadi bagian dari komunitas yang luar biasa.  Pada semester awal perkuliahan, saya mengalami tantangan besar saat menghadapi mata kuliah yang sangat sulit. Namun, dengan tekad, dukungan dari teman-teman dan dosen, serta keyakinan dari Beasiswa Pertiwi akhirnya saya berhasil mengatasi kesulitan tersebut dan meraih hasil yang membanggakan.  Beasiswa ini tidak hanya membantu saya secara finansial, tetapi juga memberikan dorongan, harapan serta peluang u...