Skip to main content

SDI Keka Gelar Ujian Sekolah Kelas 6, Tutup dengan Karya Kreatif dari Bahan Bekas

Keka, 10 Mei 2025 – SDI Keka melaksanakan ujian sekolah bagi siswa kelas 6 pada 5–10 Mei 2025. Ujian dilaksanakan secara luar jaringan (luring) dengan menggunakan lembar jawaban komputer (LJK) sebagai media pengisian jawaban.

                         
(Ket Gmbr: Wajah-wajah ceria kelas 6 setelah selesai ujian)

Sebanyak 8 siswa kelas 6 mengikuti ujian ini dengan penuh keseriusan. Selama empat hari pertama, 5–8 Mei, pengawasan untuk mata pelajaran inti dilakukan oleh pengawas silang dari SDI Ulungali. Mata pelajaran yang diawasi meliputi Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), Pancasila, dan Pendidikan Agama. Sementara itu, untuk mata pelajaran lainnya, pengawasan dilakukan oleh guru SDI Keka sendiri.


(Ket Gmbr: Bersama guru pengawas)

Kepala Sekolah SDI Keka menjelaskan bahwa sistem pengawas silang ini bertujuan menjaga objektivitas dan memastikan pelaksanaan ujian berjalan sesuai prosedur. “Kami ingin hasil ujian ini benar-benar mencerminkan kemampuan siswa, sehingga pengawasan dilakukan secara ketat namun tetap nyaman untuk anak-anak,” ujarnya.

Pada hari terakhir, suasana sekolah berubah lebih santai. Usai mengerjakan ujian, siswa kelas 6 mengikuti kegiatan membuat karya kreatif dari barang bekas. Gelas plastik bekas minuman kemasan air mineral diubah menjadi bunga hias cantik. Aktivitas ini menjadi sarana pelepas penat setelah hampir seminggu menghadapi ujian, sekaligus mengajarkan pentingnya kreativitas dan kepedulian lingkungan.


(Ket Gmbr: Hasil bunga kreatif dari barang bekas)

Seorang siswa mengaku senang bisa mengakhiri ujian dengan kegiatan yang berbeda. “Ujiannya memang bikin deg-degan, tapi pas bikin bunga dari gelas plastik, jadi senang lagi. Bisa belajar dan seru bareng teman-teman,” katanya sambil tersenyum.

Rangkaian ujian sekolah ini diakhiri dengan harapan besar agar seluruh siswa lulus dengan hasil memuaskan, serta siap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dengan bekal ilmu dan keterampilan yang sudah diperoleh di SDI Keka.

Penulis: PYN





Comments

Popular posts from this blog

Kegagalan: Awal dari Kesuksesan yang Lebih Besar

Kegagalan sering kali dianggap sebagai titik akhir, padahal sebenarnya ia adalah awal dari perjalanan menuju pertumbuhan. Setiap kali kita jatuh, ada pelajaran berharga yang bisa kita petik. Kegagalan mengajarkan kita tentang kekuatan, ketangguhan, dan keberanian untuk bangkit kembali. Meski rasa sakit akibat kegagalan bisa begitu dalam, di sanalah kita belajar untuk memetakan langkah-langkah baru dengan cara yang lebih bijak. Tidak ada orang yang sukses tanpa melewati kegagalan, dan tidak ada kegagalan yang datang tanpa membawa hikmah Bangkit dari kegagalan bukanlah perkara mudah, tetapi itulah yang membedakan mereka yang sukses dari yang menyerah. Setiap kali kita mencoba lagi, kita mendekatkan diri pada impian yang lebih besar. Kegagalan bukan akhir dari segalanya, itu hanyalah batu loncatan menuju kesuksesan yang lebih besar. Dengan setiap kegagalan, kita belajar untuk menjadi lebih kuat dan lebih tangguh, hingga akhirnya kita mencapai apa yang kita impikan. Jadi, jangan pernah tak...

SDI Keka Raih Juara Lomba Senam Anak Indonesia Hebat di O2SN Satar Mese

Keka, 13 Agustus 2025 – Prestasi membanggakan diraih SDI Keka dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kecamatan Satar Mese yang berlangsung pada 12–13 Agustus 2025 di Iteng. Tim senam SDI Keka berhasil meraih Juara 2 pada lomba Senam Anak Indonesia Hebat, mengalahkan sejumlah tim tangguh dari sekolah lain. (Ket Gmbr: Semangat anak-anak tak terbendung, siap untuk beraksi) Dengan gerakan yang kompak, energik, dan penuh semangat, para peserta senam SDI Keka memukau dewan juri dan penonton. Persiapan intensif selama hampir satu bulan sebelumnya membuahkan hasil yang manis, meskipun persaingan cukup ketat di antara para peserta. (Ket Gmbr: Gerakan lincah dan kompak,  sangat memukau di depan juri) Instruktur senam SDI Keka, Ibu Encik, mengungkapkan rasa senangnya atas pencapaian ini. “Latihan yang hampir sebulan ini tidak sia-sia. Anak-anak tampil dengan penuh percaya diri dan membanggakan sekolah,” ujarnya dengan senyum bangga. Baca Juga: Tahun Ajaran Baru 2025/202...

Jejak Impian: Dari Kampung ke Panggung Wisuda

Dengan ransel harapan dan mata penuh mimpi, saya berangkat meninggalkan kampung kecil. Jejak ini membentang dari awal perkuliahan hingga wisuda, mengungkapkan perjalanan yang singkat namun penuh makna dari kampung halaman ke panggung kebanggaan. Mari kita telusuri jejak ini yang memimpin dari satu babak ke babak berikut! Langit kampung yang cerah menyambut langkah awal saya, membawa ransel harapan dan cita-cita. Melihat kampung kecil semakin menjauh, hati ini penuh dengan campuran antara rindu dan semangat petualangan. Jejak ini dimulai dari sini, di bawah langit biru yang masih menyimpan impian. Perkuliahan membuka dunia baru yang begitu luas, penuh dengan tantangan dan pelajaran berharga. Setiap mata kuliah, setiap proyek, adalah bahan bakar untuk menyalakan mimpi. Saya belajar, bukan hanya tentang sistem informasi, tetapi juga tentang ketekunan dan semangat untuk terus maju. Beasiswa Pertiwi menjadi penjaga langkah, meski terkadang harus melewati malam tanpa tidur dan ujian yang...